Friday, November 23, 2007

Puisi Untuk Ayah

Kalau kudiami
Bukan berarti itu mengiyakan

Kalau kubersuara
Bukan berarti itu menyangkal

Dan ketika akhirnya
Kau melangkah tuju ke sana

Semua gundah menjadi hampa
Semua goresan menjadi indah

Kutatapnya dan bibir berbisik
Sebuah doa di hati terkatakan

Tangan terurai dan bunga tertabur
Sebuah ucapan selamat jalan terhantar

Dan kita berdamai....pada akhirnya....


RIP 140707
Tak terbilang kata-kata yang tidak terucap...
Bukan berarti tak ingin terucapkan...

6 comments:

Anonymous said...

ironic
tapi sering kenyataannya begitu:
perpisahan lah yang pada akhirnya menyatukan

Miz Jacaranda said...

yoa ya Sa...
semua kesel2, sebel2,gontok2an, hal2 yang ga cocok kayanya ga ada lagi artinya

Anonymous said...

Au... huhuhu... koq lo bisa sih menciptakan kata2 indah seperti itu.... huhuhu....

Miz Jacaranda said...

ahhhhhhh Danik......terharu....
lagi dapet inspirasi aja kali ya...di saat2 ngelamun, dengerin lagu2 sendu dan cello menyayat hihi

Anonymous said...

kalao lo yang maen cello... buat gue juga menyayat kok.. *literally menyayat suaranya* :P....ngek ngokk ngekk ngeokkk....hahahahaha
*kabur*

Anonymous said...

....dalem banget....aku jadi sedih....

rest in peace oom wibrata...