Wednesday, August 12, 2009

Tomat dan Pisang

"Ah...sebal!!", terdengar gerutu keluh kesah
Tiga minggu yang lalu dirinya terlahir
Pagi tadi bocah cilik itu menginjak-injak
Tepat di saat daun mulai bermunculan
Sejuta harap tumbuh sudah pupus tuntas

Datanglah Sang Kakek dan berkatalah Ia...
"Wahai tomat kecil, lihat pohon pisang di sebelahmu!
Sekarang juga aku menebasnya,
besok pun tumbuh tunas barunya.
Perlukah engkau menggerutu?"

Tak disangka lalu dipindahkannyalah tomat kecil ke tanah berair
Disangganyalah cabang-cabang pohon ke kiri kanan

Lalu terdengarlah pesan Sang Kakek,
"Semoga air ini akan memberi kehidupan,
dan kayu ini akan menyanggah menguatkan.
Harapku serupa engkau pohon pisang itu.
Bertunas terus di saat terinjak,
dan sampai nanti waktumu datang,
semoga senantiasa engkau berbuah ruah!"
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------


Dari satu kelahiran ke kelahiran yang lain...
Dari satu hari jadi ke hari jadi yang lain..
Satu tahun tidak harus 12 bulan. Kita bisa menentukan sendiri kapan awal dan berikutnya.

Dan mungkin ucapan selamat ini yang pantas diucapkan..
Bagi para orang tua baru: "Selamat, kalian baru saja menyebar biji baru!"
Bagi para bayi yang baru lahir: "Selamat, kamu baru saja dikirim ke dunia untuk bertumbuh dan berbuah!"
Dan bagi yang berulang tahun: "Selamat, kamu masih diberi kesempatan untuk hidup dan terus berbuah!"

"Selamat ulang tahun semua teman-temanku; yang telah, sedang, dan akan berulang tahun. Selamat, kamu masih diberi kesempatan untuk hidup dan terus berbuah!"

Dedikasi: kamu, kamu, kamu, kamu, kamu, kamu, dia, dia, dia, dia, kamu, kamu, kamu, kamu, kamu, kamu, kamu, kamu, dan kamuuuuuuuu :))))


Melbourne, 050809

Wednesday, March 11, 2009

A Prayer

Teach us, O Lord,
In this sadness, that we may see joy;
In this despair, that we may see hope;
It is from our weaknesses, that we may find strength;
It is from out worried, that we may be given strength.

Teach us, O Lord,
not to ask why, but to walk in faith.

Amen.


Terpendam. Untuk ditanam, bukan mati.
Dengan penuh harapan bahwa suatu hari nanti, setelah disirami dengan kekuatan dan keberanian, ia akan tumbuh menjadi pohon yang indah, berbuah, dan dengan bunga penuh warna.

090309.

Tuesday, November 4, 2008

Ini Diam

Pikiran buruk ini menghantuiku
Rasa tidak senang ini membayangiku
Kecemburuan ini menggangguku
Warna kelabu ini tersirat di antara aku dan kamu

Dan sekali lagi aku hanya diam
Kucoba berdiri dan berteriak
Tak satu kata pun terucap
Rasa dekat itu lebih kuat

Aku tidak suka
Aku ingin lari
Aku sedih
Aku diam..........

Aku frustasi
Aku berdoa
Aku menjauh
Aku diam...........


Jika saja kau buka mata hatimu,
pejamkan mata dan biarkan sunyi menghantar,
mungkin pikiran kita menyatu,
dan terciptalah suatu telepati yang menyeberangi seberang lautan.

Oktober 2008.



Monday, November 3, 2008

Sesak Terdesak

Semak-semak ini semakin tinggi
Akar-akarnya melilit mencekik aku

Wahai Matahari, terangmu pun rasanya tidak mencukupi

"Tolong!!!", bermegap-megap teriakku

Semak-semak ini semakin menjadi-jadi

Bagaimana caranya untuk terus menghidupi diriku????


.....................................................
.....................................................
.....................................................

Tuesday, May 6, 2008

Antara Aku dan Kamu

Aku di sini menyanyi
Kamu di sana bersenandung
Aku di sini menari
Dan kamu di sana berlagu ikuti irama gerakan

Aku duduk merenung menunduk ke bumi
Kamu berdiri menengadah mengharap ke langit
Kubisikkan doa harapan di pagi hari
Dan kamu bawa mimpi-mimpi itu di tidur malam

Antara aku dan kamu..
Asa kita satu mimpi
Harap kita satu cita
Dan kalbu kita tuju satu arah

Antara aku dan kamu..
Ada selimut yang menutup mata hati
Ada tembok yang memisah kalbu
Kapankah ego dan harga diri berlebih ini pergi menghilang?

Antara aku dan kamu..
Kuberandai kita kan bijaksana dan cukup mengerti
Melihat dengan mata hati dan merasakan penuh kalbu
Nanti di masa mendatang mungkin..


Dan doaku..
Semoga penglihatan kita bukanlah penglihatan kasat mata semata

Semoga segala ego ini pergi menjauh
Dan semoga kita cukup pandai untuk tahu batas cukup adalah cukup




Monday, March 10, 2008

Kepada Bidadari Pelangi...

Wahai Bidadari Pelangi..
Lengkung indah busur kulihat sapamu tadi pagi,
kau beri senyum paling menawan penuh warna-warni.
Lalu intuisiku berkata ini tandanya mendung kan berganti,
janji sang matahari kan bersinar dan menerangi kembali.
Kubertanya bolehkah kau hantar rindu tuk senyum di ujung sana sekali lagi,
dan asaku ingin cita ini menjadi spektrum cahaya yang paling indah teurai.


Wuahhh....harapan itu tumbuh lagi.
Semoga tidak cepat terbunuhlah ia.
Untuk teman-temanku yang sedang bimbang, mari kita berharap bersama sekali lagi.
Dan semoga Tuhan melindungi aku dan kamu semua.

Wednesday, March 5, 2008

Dengan Puisi

Dengan puisi aku bernyanyi
sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
berbatas cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
keabadian yang akan datang
Dengan puisi aku menangis
jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
nafas zaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
perkenankanlah kiranya

Dikutip dari Taufik Ismail


Jakarta, January 08

Ini adalah salah satu hadiah ulang tahun terindah
Disertai pesan-pesan yang ditemukan di balik bungkus permen Foxs:
"Kita takkan tahu jawaban dari sebuah masalah bila tidak melewatinya"
"Hari baik atau hari buruk, tergantung bagaimana kita menjalaninya"

Terima kasih Tika...:)
Setiap kali membaca ini, teringat kalian, wanita-wanita idealis.
Individu-individu yang berdiri di belakang prinsip masing-masing.
Walaupun kita jauh, tapi kalian selalu menumbuhkan inspirasi dan semangat.