Malam datang memeluk dingin
Terhampiri dia di rerimbunan pohon
Sinar yang mengundang dan mengerlip
Menarik mata menyilaukan
Inginkan malam terus menyata
Waktu khan kumiliki tak terhingga
Janganlah kau menyapa wahai mentari
Biarkan sukacita ini tetap tercipta
Namun takdir berkata lain
Kehendak Sang Pencipta tak terlawan
Embun menitik tanda awalnya pagi
Kuakhiri tak kuasa segala kegembiraan
Kutiup lewat angin pesan untuknya
Kicau burung sambut hari baru jadi saksinya
Kan kutunggu malam menggelut nanti
Berharap perjumpaan ini sekali lagi menyata
Terdedikasi untuk kamu si kunang-kunang...
Kutunggu kamu di malam hari ketika mimpi menyapa...
Berharap sayap yang meranggas itu akan menumbuh kembali...
Dan kamu akan mengepak kembali ke perjumpaan awal kita...
Melbourne, November 07
Wednesday, November 14, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
7 comments:
haduhhh... si kunang....
gw miris euy bacanya
gua ya kunangnya? :)
ahhhhhh anak2 gila...hihi
miris apaan sih Sa???
miris:
perasaan hati teriris iris gitu looo
akuuuu.... si kunang kunangg... dataaaaaaaaaaaaaaanggggggggggggg.............!!!
auk.. ini aku, si kunang kunang.... disapa donk donk donk...........
kamu sih selalu memanggil kunang kunang...
nama panggilanku kan kunnnnkunnn.. jadi aku ga ngeh kalo kamu manggilllll uuuuuuuuuuu...
kunkun disini siap menemani au..
smoga au tidak kesepian lagiii....kan ada kunkun....
ps: jijik banget ga siiiiiiiiiiiiy kunkunnnnnn hahahahahahaa
Wahai kunang kunang gadungan...enyahlah kamuuuu
ahh kunkun alias E-EK ...
Post a Comment